⃝⃞⃟⃠⃢⃤⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝⃝

Urutan Proses Panggih Pernikahan Adat Jawa




  • Ngidak Tigan (menginjak telur)
Tata cara dengan kaki telanjang pengantin pria menginjak sebutir telur ayam mentah yang diletakkan di atas nampan yang terdapat berbagai macam bunga seperti mawan kenangan dll.
Selanjutnya pengantin wanita membasuh kaki pengantin pria sebagai perlambang baktinya kepada suami. 

  • Sinduran/Disingepi sindur

Tata cara. Pundak kedua pengantin ditutup dengan kain sindur oleh ibu pengantin perempuan, berjalan perlahan menuju ‘krobongan’ diikuti bapak dari belakang. Kain sindur yang berwarna putih dan merah melambangkan asal-usul manusia.

Namun ada pelaksanaan ‘disingepi sindur’ dimana ibu berjalan di belakang pengantin dan bapak di depannya. Dengan cara itu disebut ‘nggendong anak’, yang artinya kehidupan rumah tangga anak ditanggung orangtuanya. Maksudnya kedua orangtua memberikan ‘panjurung donga pangestu’ kepada kedua anaknya.

  • Bobot timbang


Tata cara. Ayah pengantin wanita duduk di depan ‘petanen’ diikuti pengantin pria duduk dipangku di lutut kanan dan pengantin wanita di lutut kiri. Pada saat itu ibu pengantin maju sambil menanyakan ‘abot endi pakne’ (berat yang mana pak?) Yang kemudian dijawab sang bapak ‘pada wae’ (sama beratnya).

Mengandung makna bahwa antara anak sendiri dengan anak menantu bagi orangtua tidak ada bedanya.

  • Sungkeman

Tata cara.  Pengantin wanita sungkem kepada pengantin pria, lalu kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua sebagai tanda bakti.

sungkeman merupakan prosesi untuk menunjukkan bakti kedua pengantin kepada kedua orangtuanya.

Komentar

Posting Komentar